Gaji Pertama Bukan Untuk Kita Sepenuhnya

anak sekolah, anak smu, sex, porn
Gaji Pertama Bukan Untuk Kita

Bangga bukan kepalang ketika saya mendapat pekerjaan ditempat yang benefit saat itu. Tempat kerja yang kebanyakan teman-teman inginkan. Selain bangga dengan hasil persaingan dan keberuntungan bisa bekerja di tempat itu selesai tamat sekolah, satu hal lainnya adalah bisa mendapatkan gaji yang lumayan.. ya Lumayan besar untuk seorang pelajar yang baru lulus sekolah.

Gemetar tangan saya saat ambil gaji pertama dari mesih ATM karena baru pertama kalinya pegang duit jutaan rupiah secara tunai, muka merah dan rasa ingin teriak (harap maklum anak alay baru pertama kali dapet duit banyak) tapi tengsin karena di ATM saat itu lagi rame-ramenya yang pada ambil gaji. 

Tapi Banyak Yang Bilang Kalau Gaji Pertamamu Itu Bukan Untukmu. Memang benar sih kenyataannya. Ketika banyak orang yang tahu kalau kita bekerja pasti ada aja yang nodong gaji pertamanya. Sebagai rasa syukur karena sudah bekerja, saya ingin membagi kebahagian bersama orang-orang terdekat kita yang diantaranya saya lakukan ...

Dua Setengah Persen Untuk Di Infak Ke Masjid.

Sudah Nazarnya saat sebelum bekerja, saya bernazar untuk bisa berinfak dengan gaji pertama ke Masjid dan juga ke guru-guru ngaji saya. Dan Alhamdulillah bangganya bukan main karena saya juga bisa memberikan lebih dari 2,5% persen karena sepengetahuan saya dari duit itu dibagikan lagi ke beberapa orang yang benar-benar membutuhkannya. Tanpa melalui masjid sebenarnya bisa juga sih langsun kasih ke orang yang HAK. Insya Allah berkah yah. :)

Kamu pasti bahagia bisa memberikan sesuatu untuk Orang Tua.

Jangan pernah berfikir duit gaji pertamamu bakal habis bila dikasih semua ke orang tua. Sebaliknya ketika saya kasih semua duit itu ke orang tua sebagai balas budi karena selama ini kita jajan dari duit mereka justru ditolak dengan alasan yang lebih banyak dari alasan saya memberi duit gaji pertama ke orang tua.

"ALLOHUMMAGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WAR HAMHUMAA KAMA RABBAYAANII SHAGIIRAA" 

Walaupun orang tua menolak gaji pertama tapi saya gak pernah absen untuk memberi duit dengan gaji bulanan, lho. Tapiiii.... duit yang sebenarnya untuk mereka justru tidak dipakai sama sekali. ya duitnya mereka simpan untuk saya juga. Hal itu saya tahu ketika kontrak kerja saya tidak diperpanjang lagi.


"Udah kamu lanjut kuliah aja, ini uang gaji yang kamu kasih mama simpan ga dipake sama sekali" ucap mama saat saya cerita kalau saya kontrak kerjanya tidak diperpanjang lagi. Subhanallah, I love you, mom :* 

Bahagia berbagi bersama teman-teman biar makin akrab.

Nah tadi saya cerita kalau banyak yang nodong pas terima gaji pertama kan. Setelah saya melaksanakan yang menurut saya Kedua kewajiban ketika menerima gaji pertama, kini saatnya berbagi dengan teman-teman atau yang biasa disebut "Burakan" alias pesta.

cerita gaji pertama
Bahagia berbagi bersama teman-teman biar makin akrab
Bukan pesta besar dengan berbagai macam miras dan perempuan-perempuan jalang karena saya juga harus menyisakan untuk yang lainnya. Pesta hanya sebatas makan-makan bareng teman saja di restoran ternama (sekali-sekali ngeHits dikit lah, kan waktu itu jadi anak alay.. haha).

Berbahagia bisa berbagi dengan teller bank yang cantik-cantik.

Selain berbagi dengan teman-teman saya juga gak pelit dengan orang yang bukan teman saya, lho. Serius! saya berbagi dengan teller bank yang cantik-cantik. Selain untuk berbagi saya juga memikirkan masa depan saya nantinya.

Saya menyisakan sebagian duit gaji pertama untuk biaya transportasi dan juga makan siang saya. Jadi sisa duit itu saya berikan ke teller bank untuk dimasukan lagi ke saldo tabungan saya agar bisa saya ambil dari ATM secara saya saat itu belum punya kendaraan transportasi milik sendiri. Dan di teller pun saya cari yang cantik-cantik biar sekalian bisa cuci mata. 

Bayar tuh Kutang ! .. eh Hutang

Maaf-maaf aja yah.. saya gak punya hutang tuh. Saya memang gak pernah diajarkan orang tua untuk berhutang kalau gak kepepet banget. Tapi karena gaji pertama saya ditolak sama orang tua, sebagai gantinya saya bayarkan segala pembayaran seperti rekening listrik, air, dan telpon. Karena menurut saya itu juga salah satu hutang yang belum terbayarkan alias nunggak :D

Nah untuk kamu yang memiliki hutang dengan orang lain, hutang salah satu kewajiban yang harus segera dibayarkan. Gak ada salahnya membayar hutang di Gaji pertama kok.

Meski Gaji Pertama Bukan Untuk Kita Sepenuhnya tapi bisa berbagi dengan gaji hasil jerih payah suatu kebanggaan buat saya. Dan yang terpenting ketika kita bisa membuat orang lain bahagia pasti akan ada balasannya dari tuhan, entah akan diberi di Dunia atau pun di Akhirat nanti... Wallahu a’lam.  

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Gaji Pertama Bukan Untuk Kita Sepenuhnya"