Pelajar generasi bangsa


narkoba

Narkoba, Memang seharusnya hal ini masuk ke dalam kurikulum di setiap sekolahan bahkan harus di perkenalkan sedini mungkin. Terlalu paranoid bila kita mendengar apalagi bila harus berurusan dengan yang satu ini. Tanpa pandang bulu, narkoba siap membinasakan orang-orang yang menggunakannya, dari siswa Sekolah Dasar hingga yang sudah mapan sekalipun.

Usia anak-anak yang masih mengemban pendidikan di sekolah bisa dikatakan sangat mudah dipengaruhi dan terjerumus, maka tidak jarang terdapat banyak kasus narkoba yang terjadi di kalangan mereka itu juga karena sifat mereka yang labil dan masih dalam masa pencarian jati diri yang sekiranya sangat butuh bimbingan dan peran serta orang tua maupun guru-guru di sekolahnya.

Mereka pun kerap coba-coba terhadap hal baru dan hal itulah yang selama ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Meraup keuntungan dari masa-masa pencarian jati diri mereka. Oknum tersebut rata-rata mengicar para pelajar dan mencarinya di berbagai tempat mulai dari tempat prostitusi, diskotik, sekolah / kampus, komunitas ataupun di perkumpulan genk.

Bukan cuma sebagai pengguna tapi terkadang para gembong narkoba kerap mejadikan korbannya sebagai pengedar atau juga sebagai kurir bila tertangkap oleh polisi maka merekalah yang dijadikan kambing hitam untuk berurusan dengan kepolisian dan mereka juga tidak berani mengadukan dari mana dia mendapatkan barang dan siapa bandar utamanya lantaran sering sekali mereka yang berurusan mendapatkan ancaman.

Seringkali ancaman itu bukan sekedar ditujukan kepada si korban tapi juga di tujukan kepada orang-orang terdekat mereka, sebagai contoh kepada orang tua mereka.

Ironisnya kasus narkoba yang di dapat dari kalangan pelajar dari tahun ke tahun terus meningkat, berdasarkan data yang didapat dari http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/03184385/Pengguna.Narkoba.di.Kalangan.Remaja.Meningkat Di kalangan SMA, pada 2011 tercatat 3.187 orang, tahun berikutnya menjadi 3.410 orang dan terdapat kasus baru di awal tahun 2013 tercatat 519 orang di Indonesia.

Hasil ini sungguh sangat menyedihkan dan perlunya lebih banyak dan giat lagi untuk melakukan penyuluhan Anti Narkoba dikalangan pelajar agar mereka dapat membuka mata lebih lebar lagi mengenai dampak dari narkoba.

Narkoba seyogyanya menurut agama pun dilarang penggunaannya begitu juga dalam dunia kesehatan. Bagi pelajar itu sendiri memiliki dampak yang sangat berbahaya, diantaranya :

Dampak Fisik :
  1. Gangguan pada sistem saraf (neorologis) : kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi.
  2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) : infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.
  3. Gangguan pada kulit (dermatologis) : penanahan, bekas suntikan dan alergi.
  4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup.
  5. Dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dari dampak fisik ini seorang pelajar dapat tampak sekali perubahannya secara fisik Mata merah, mulut kering, bibir bewarna kecoklatan, perilakunya tidak wajar, bicaranya kacau, daya ingatannya menurun dan kondisi pengguna juga sering sekali mendapat sindiran sebagai ‘Junkies’ dengan sosok yang kurus bagai tidak terurus. Dampak terparahnya apabila pecandu sudah mengidap Hepatitis atau HIV / AIDS. 

Selain dampak fisik, narkoba juga mengakibatkan dampak psikologis yakni dengan meningkatnya rasa cemas, ketergantungan, dan efek dari halusinasi juga dapat menyebabkan pengguna menjadi Gila. Tentu saja hal tersebut berdampak sangat negatif bagi sosial dan juga ekonomi.

Seorang pelajar menjadi berani menggunakan narkoba juga berbagai faktornya, diantaranya :

1.      Faktor Keimanan
Bila seorang pelajar yang memiliki keimanan yang kuat dapat dikatakan, hal ini adalah sebuah tembok yang kokoh untuk menghalangi godaan narkoba. Tanpa adanya kakuatan iman maka kemungkinan besar seorang pelajar berani mencoba segala sesuatu yang pada dasarnya menurut agama adalah hal yang salah.       
2.      Faktor Keluarga
Tentu setiap orang sangat butuh perhatian dari keluarganya karena mereka merupakan kerabat terdekat. Besarnya tekanan dari keluarga dan kurangnya perhatian seringkali jadi faktor yang utama mengapa seseorang berani menggunakan narkoba.

3.      Faktor Lingkungan / Sosial
Faktor ini menurut saya merupakan faktor yang sangat rentan, karena seorang pelajar yang memiliki pola piker yang labil sangat mudah terpengaruhi menggunakan narkoba berasal dari ajakan teman-teman, terlebih bila kita berada di lingkungan yang kurang sehat.

Seorang pelajar menggunakan narkoba, itu salah siapa ? Salah orang tua kah atau guru di sekolah ?
Sekiranya permasalahan ini bukan untuk saling menyalahkan atau saling menuduh. 

Seyogyanya mereka yang masih mengemban sekolah adalah generasi sebuah bangsa, maka dari itu selaku orang tua atau pun guru wajib menjaga mereka. Bukan Karena mereka anggota keluarga kita, bukan karena mereka murid kita tapi karena mereka adalah generasi bangsa yang tidak boleh rusak ataupun hilang. Karena keutuhan sebuah bangsa juga tergantung dari generasinya. Maka dari itu perlu adanya seluruh lapisana masyarakat optimis memberantas Narkoba untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Pelajar generasi bangsa"

  1. Narkoba kan membuat penggunanya kecanduan, ayoooo generasi muda sayangilah masa depanmu!

    BalasHapus
  2. Now I am going away to do my breakfast, when having my breakfast coming yet again to read other
    news.

    BalasHapus