Rehabilitasi atau Penjara

Narkoba

14 April 2014 - Kali kedua diskusi bersama BNN diadakan secara khusus kepada para blogger yang terpilih, diskusi yang memiliki fokus atau disebut dengan FGD (Forum Group Discussion) ini digelar di gedung BNN (Badan Narkotika Narkoba) Jakarta dengan dihadiri lebih dari sepuluh blogger.

Suatu kehormatan untuk saya khususnya bila seorang kepala BNN Anang Iskandar turut hadir pada ruang diskusi tersebut dan berada dalam satu meja dengan para blogger lainnya. Hal tersebut tentunya memberikan bukti bahwa blogger menjadi suatu bagian dari media yang penting dan dapat diajak bekerjasama.

Acara yang berlangsung dari pagi hari hingga siang tersebut cukup santai, dibuka dengan sambutan dari bapak Anang Iskandar, beliau menyampaikan bahwa BNN dibawah pimpinannya ingin benar-benar mengurangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan cara membantu para pengguna untuk di rehabilitasi.

Narkoba saat ini bukan lagi permasalahan yang sepele dan dapat di remehkan akan tetapi narkoba merupakan permasalahan yang sangat berbahaya, kritis dan perlu di tangani secara serius pula. Bapak Anang sendiri yang memiliki anak laki-laki mengakui dirinya juga takut akan permasalahan narkoba masuk kedalam lingkungan keluarganya dan anak-anak menggunakannya.

Namun dirinya sudah mengantisipasinya sejak dini kepada anak-anaknya dengan cara Mo Li Mo, yaitu :

1.Tidak Merokok
Katanya pak Anang, Kalau anaknya mau merokok harus jauh-jauh dari rumah yaitu lebih dari 5km. Hal ini dilakukan bukan karena melarang tapi untuk menghargai orang-orang yang tidak merokok.

2. Tidak Miras
Alias minuman keras karena miras sama berbahayanya dengan narkoba yang merusak kesehatan, dengan miras orang jadi tidak terkendali emosinya.

3. Tidak Madon
Alias `main` perempuan karena dapat merusak kesehatan terutama pada kelamin dan juga menhabiskan uang. Kalau mau ya nikah aja.

4. Tidak Main Judi
Benar kata bung Rhoma, Apa pun nama dan bentuk judi semuanya perbuatan keji Apa pun nama dan bentuk judi Jangan lakukan dan jauhi. Kalau anda menang sekali pasti kalahnya lebih dari tujuh kali.

5. Tidak menggunakan Narkoba
Tentu hal ini yang utama untuk pak Anang selaku penggagas Indonesia bergegas untuk mewujudkan Indonesia Tanpa Narkoba.

Kelima hal tersebut (MoliMo) sudah diajarkan pak Anang kepada seluruh anak-anaknya dan beliau juga selalu mengingatkannya kembali setiap tahun seiring perkembangan anak-anaknya serta orang-orang dilingkungannya.

Itu cara beliau melindungi keluarganya dari jeratan hal-hal yang negatif karena beliau juga takut keluarganya menjadi bagian dari 4 juta warga Negara ini yang menggunakan narkoba dari 250 juta jiwa warga Negara Indonesia.

Dengan hal itu juga beliau berharap dapat diterapkan kepada seluruh warga untuk menekan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Beliau juga berharap untuk setiap warga yang mengetahui ada yang menggunakan narkoba untuk segera melaporkannya.

Hal tersebut juga sesuai dengan PASAL 128 (1) yang berbunyi “Orang tua atau wali dari pecandu yang belum cukup umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) yang sengaja tidak melapor, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).”

Itikad baik juga dilakukan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk menekan penyalahpenggunaan narkoba disarankan kepada para pengguna untuk melapor kepada BNN agar dapat di rehabilitasi.

Setiap warga yang melapor atas penggunaan narkoba tentunya akan langsung di rujuk ke rumah sakit rehabilitasi dan tidak akan dipenjara. Hal ini sesuai dengan PASAL 55 (2) yang berbunyi “Pecandu narkotika yang sudah cukup umur wajib melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarganya kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui mehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.”

 Dengan adanya Pasal 128 (ayat 1-4) dan juga Pasal 55 (ayat 1-2) membuat sebuah perbedaan antara penyalahgunaan yang melapor dengan keinginan sendiri dengan yang ditangkap oleh pihak BNN atau pun oleh oknum kepolisia.

Untuk mereka yang melaporkan secara sadar diri alias atas inisiatif sendiri, nantinya mereka akan diberikan pengobatan secara bebas pilih tempat rehabilitasi seperti di daerah diluar Jakarta namun harus rumah sakit rujukan seperti yang terdapat pada PASAL 128 (3) yang berbunyi “Pecandu narkotika yang telah cukup umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (2) yang sedang menjalani rehabilitasi medis 2 (dua) kali masa perawatan dokter di rumah sakit dan/atau lembaga rehabilitasi medis yang ditunjuk oleh pemerintah tidak dituntut pidana” dengan jangka waktu yang kita mau sesingkat-singkatnya dan gratis bebas biaya dari BNN.

Berbeda dengan mereka yang ditangkap oleh pihak BNN ataupun pihak Kepolisian. Mereka (para pengguna) akan dilakukan penyidikan lebih jauh lagi untuk mengungkap asal barang yang digunakan dan biasanya menurut pengalaman teman-teman yang pernah ditangkap, mereka pasti akan merasakan bogem mentah dari oknum-oknum terkait.

Bukan hanya itu, mereka yang ditangkap juga harus menjalankan hukuman penjara di lembaga pemasyarakatan dan juga harus menjalankan rehabilitasi selama 1 (satu) tahun lamanya. Dan bedanya lagi dilingkungan sosial, mereka yang melapor pastinya akan mendapat apresiasi sosial atas keberaniannya melapor dan rehabilitasi sebagai niat baik pengguna untuk berubah menjadi manusia yang bersih dari Narkoba. Berbeda dengan mereka yang ditahan atau di tangkap, pastinya akan menjelekan diri mereka pula di mata lingkungan sosial mereka selaku residivis narkoba.

Adapun tujuan rehabilitasi selain untuk penyembuhan narkoba, mereka yang berada di rehabilitasi akan diberikan motivasi agar tidak terjerumus kembali ke dalam lingkungan narkoba dan juga mereka akan diberikan pelatihan agar dapat mengalihkan halusinasi narkoba kearah kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Oleh karena itu kita semua berharap dengan langkah ini dapat mengurangi jumlah penyalahgunaan narkoba yang ada di Indonesia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rehabilitasi atau Penjara"

Posting Komentar