Review : Teenage Mutant Ninja Turtles 2014

sumber : TMNT


" Kura-kura dalam perahu, pura-pura ngga tahu " kira-kira seperti itu yang dipinta Raphael, Leonardo, Michelangelo, dan Donatello kepada April O'Neil (Megan Fox) ketika dia ketahuan mengambil gambar mereka sesudah melibas kawanan penjahat dari Foot Clan.

April O'Neil (Megan Fox) merupakan seorang jurnalis dari Channel 6 yang sedang menyelidiki kasus yang kejahatan yang dilakukan oleh Foot Clan yang tidak tersentuh oleh hukum. Tanpa sengaja April memergoki aksi penjahat itu di sebuah dermaga sedang mencuri barang-barang di sebuah kontainer.

Dan ternyata aksi komplotan itu di gagalkan oleh seseorang yang belum diketahui asal-usulnya dan aksi itu disaksikan langsung oleh April. Berawal kejadian itu membuat April penasaran akan sosok pahlawan yang berani melakukan perlawanan terhadap komplotan Foot Clan.

Profesinya yang menuntut untuk mencari berita membuat April penasaran akan sosok misterius yang berani melawan komplotan Foot Clan, hingga akhirnya ia nekat untuk sengaja melibatkan diri dengan menjadi korban aksi kriminalitas kawanan Foot Clan demi melihat sosok itu hingga akhirnya membawa ia ke atap gedung untuk menemui mereka secara sembunyi-sembunyi.

Beat box at elevator | sumber : TMNT


" Sepandai-pandainya kura-kura melompat akhirnya jatuh juga "

Akhirnya April ketahuan juga oleh para kura-kura itu, dan mulai saat itu pula April terjerumus terus kedalam petualangan seru bersama kura-kura ninja tersebut. Dari sana pula April akhirnya dapat bertemu dengan pimpinan kura-kura tersebut yang bernama Splinter.

Pertemuan mereka rupanya membawa kenangan masa lalu ketika mereka masih menjadi hewan kura-kura biasa disebuah inkubator penelitian.

Usut punya usut, keempat kura-kura dan seekor tikus tersebut adalah hasil penelitian mutagen dari ayah April yang bekerja sama dengan sebuah laboratorium Sacks, namun Sacks diketahui memiliki niat jahat untuk menguasai dunia bersama Shredder dan guna mengagalkan rencana tersebut, ayahnya april menghancurkan lab. tersebut dan April pun menyelamatkan kura-kura beserta tikus yang telah disuntikan mutagen tersebut dengan membuangnya ke selokan kota.

Tanpa diduga mutagen yang telah di suntikan ke mereka dapat bekerja dan terus tumbuh hingga usia remaja dan Splinter lah yang mengasuh keempat kura-kura tersebut di dalam selokan yang ia ubah menjadi markas mereka dan ia juga mengubahnya menjadi ninja melalui sebuah buku yang ia temukan.

April yang mengetahui keberadaan mereka pun langsung menghubungi Sacks tetapi tanpa diketahui oleh April, Sacks telah berkhianat dan membocorkan Shredder hingga akhirnya pasukan Foot Clan bersama Shredder menyerang markas mereka.

Alasan mereka menyerang adalah untuk mengambil mutagen yang berada pada tubuh keempat kura-kura tersebut. Pertarungan sengit pun terjadi antara Splinter dengan Shredder dan Splinter pun harus mengalami kekalahan dan tiga kura-kura tersebut berhasil di tangkap dan satunya lagi terselamatkan oleh reruntuhan bangunan hingga dikira telah mati.

Petualangan seru baru dimulai saat aksi penyelamatan kura-kura lainnya dan juga perlawanan terhadap shredder yang berencana untuk meracuni warga kota dengan ramuan yang ia buat dengan maksud mengambil keuntungan terhadap serum penyembuh yang ia jual nantinya.

Meski film ini mengandung unsur kekerasan tapi sangat menghibur dan bahkan terdapat candaan di setiap scene nya. Wajar bila film ini bila saya beri 5 bintang penuh karena aksi kocak yang di hadirkan terutama oleh ulah ke empat kura-kura ini ketika berada di dalam lift dimana mereka semua bergoyang dengan alunan musik beat box dan bisa disarankan sebagai film keluarga yang wajib di lihat.

Selain itu, film ini juga dapat melepaskan kerinduan para pecinta komik kura-kura ninja ini yang sudah sangat lama sekali dinantikan kehadirannya di layar lebar.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Review : Teenage Mutant Ninja Turtles 2014"

Posting Komentar