Di GCRS2015 Dapur Solo mengangkat Kembali Makanan-Makanan Yang Sudah Langka


Kali ketiga acara Gelar Cita Rasa Solo digelar, acara ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang diselenggarakan oleh restoran Ny.Swan Dapur Solo. Namun pada nyatanya Gelar Cita Rasa Solo 2015 (GCRS 2015) kali ini merupakan yang pertama kali diadakan di Ny.Swan Dapur Solo cabang Sunter yang tepatnya di tepat berada di Jl. Danau Sunter Utara No. 7 Sunter II, Jakarta Utara.


Sedikit perkenalan dengan Dapur Solo adalah sebuah restoran yang telah berdiri sejak tahun 1988 dengan awal yang sangat sederhana dari seorang ibu rumah tangga bernama Swan Kumarga (founder) yang kini telah berkembang pesat dengan hadirnya 5 lokasi di Jakarta yang diantaranya di daerah Matraman (Jakarta Timur), Panglima Polim (Jakarta Selatan), Serpong (Tangerang), dan 2 di Jakarta Utara.
Tamu mulai berdatangan dan semakin malam semakin ramai

GCRS 2015 diakui oleh Faris selaku Tim Marketing Dapur Solo adalah yang istimewa karena diadakan selama 3 (tiga) hari berturut-turut dari tanggal 11 hingga 13 Desember 2015 lalu dan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya 1 (satu) hari saja dan itu pun di barengi oleh pembukaan cabang baru mereka.

Tujuan dari diadakan acara ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kebudayaan Jawa khususnya Solo, sekaligus untuk kampanyekan cinta masakan nusantara yang memiliki cita rasa yang luar biasa dan tidak kalah dengan masakan luar negeri. Hal tersebut terbukti dengan pengakuan dunia pada masakan daging rendang yang kini sudah terkenal dan digemari di dunia.

Saya berkesempatan foto bareng dengan ibu Swan Kumarga dan Tim Dapur Solo

Selain itu, dengan adanya acara ini juga untuk mengangkat kembali makanan-makanan yang sudah langka di masyarakat seperti Cabuk Rambak, Brambang Asam, Tumpang Letok, Dawet Sar Gede. Serta diharapkan melalui acara ini dapat  menggerakan hati pemerintah untuk turut gencar mensosialisasikan masakan-masakan Nusantara.

Saya yang hadir pun sempat merasakan betapa bangganya akan masakan nusantara yang beraneka ragam dari berbagai budaya di Indonesia. Diacara tersebut tidak hanya menyajikan makanan dari Solo saja tetapi juga terdapat sekitar 30 tenant / gerai makanan dari berbagai daerah seperti diantaranya yang saya sambangi adalah Lunpia Semarang, Kerak Telor dari Betawi, Es Doger, dan lain-lain.


Tidak hanya tentang Kuliner, GCRS2015 juga memberikan hiburan dan juga edukasi kebudayaan jawa seperti sajian musik Siteran (alat musik khas Jawa) yang merupakan sejenis alat musik kecapi, musik kroncong, dan kesenian membatik. Dalam rangkaian acaranya juga terdapat hiburan lainnya seperti sulap ataupun lomba makan kuliner yang ada disana dengan hadiah yang menghibur.

Sssssst... disana saya ikutan lomba makan Brambang asam yang rasanya pedas banget lho :D

Untuk temen-temen yang belum dapat kesempatan diacara tersebut jangan kecewa dulu karena kedepannya acara ini akan terus diadakan setiap tahun dan bocoran rencana mereka ditahun depan akan menyajikan tema SOLO Banget yang pasti akan mewakilkan rasa rindu pulang kampung orang-orang Solo yang ada di Jakarta.

Lomba minum mizone

Sulap Kartu


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Di GCRS2015 Dapur Solo mengangkat Kembali Makanan-Makanan Yang Sudah Langka"

  1. sebagai wong solo..
    eykeh kudu nyobain ke sini
    sukaaa sama makanan jawa yg manis2 rasane, biar tambah manis cmiiw

    yuk kapan2 kopdar dimari

    BalasHapus
  2. Mantaabb ... Lengkap banget tulisannya :)

    BalasHapus